Selasa, 22 Mei 2012

Komunikasi Sosial Budaya

Komunikasi adalah hal sangat sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun keadaan masyarakat indonesia yang begitu kompleks membuat masyarakatnya sulit dalam berkomunikasi dengan perbedaan sosial dan budaya. Orang yang menerima pesan atau informasi dalam komunikasi disebut Komunikan, dan orang yang memeberikan informasi di sebut Komunikator. Dalam berkomunikasi, masyarakat dipengaruhi oleh berbagai hal mengenai komunikasi itu sendiri, misalnya bentuknya, teknik, tahap, maupun faktor-faktor dalam komunikasi itu. latar belakang seseorang juga akan berpengaruh dalam berkomunikasi, misalnya, seseorang yang berpendidikan tinggi akan cenderung berkata lebih sopan dan menahan diri dalam berbicara.
Pada prosesnya, komunikasi sesorang pada orang lain tidak lepas dari adanya "Persepsi". Persepsi sesorang pada lawan dalam berkomunikasi seperti "Teori Gunung Es" yakni yang terlihat saat awal bertemu adalah hanya sebagian kecil dari diri komunikan maupunn komunikator. Bila persepsi awal di antara keduanya kurang baik, maka proses komunikasi akan sdikit sulit berjalan. Selain persepsi masih banyak hal lain yang dapat menentukan keberhasilan dari komunikasi, misalnya, daya tarik komunikan, pengetahuan dari komunikan, kepekaan terhadap soaial, selain itu kredibilitas seseorang juga akan mempengaruhi keberhasilan dari komunikasi.

Proses komunikasi juga dapat dilakukan dengan berbagai cara atau langkah. Pertama, komunikasi dapat dilakukan dengan cara Verbal, yakni dilakukan dengan cara-cara yang biasa, umum dan sederhana. Misalnya dengan berbicara secara langsung, atau dengan menuliskan sesuatu. Yang Kedua, dengan cara non-verbal, yakni dengan cara-cara yang berbentuk gerak, ekspresi, atau hal-hal lain yang bersifat simbolik (menggambarkan sesuatu tidak secara langsung), misalnya untuk menyetujui sesutu seseorang hanya menggangguk tangpa mengucapkan kata setuju, meskipun terdapat beberapa daerah yang menganggap bahwa menganggk itu tanda tidak setuju, namun tetap harus kembali lagi kepada budaya daerah disekitar. Hal ini karena kamonikasi dipengaruhi oleh letak soegrafis, dan kondisi sosial budaya pada pihak-pihak yang berkomunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar