Selasa, 29 Mei 2012

Si hitam sakit




 Ini dia si hitam si Gendud, kucing terunik yang pernah saya miliki. Dia memang kucing kampung biasa, tapi beuuhhhh... lagak nya gag kalah sama foto model :) . lihat saja aksinya tiap di depan kamera.Dia memiliki bercak putih seperti singlet di dadanya.. itu unik lho... Dia juga punya seperti tahi lalat di dekat hidungnya (seperti adik saya :p )
Hari senin 28 Mei 2012 pagi-pagi seperti biasa rutinitas memberi makan kucing imut ini. tapi saya sedikit lalai. Mungkin ad atulang ikan yang kurang halus. Tiba-tiba ia kesdak. duh duh duh... khawatir sekali saya. Tapi itu sudah jadi hal yang biasa, jadi tidak terlalu saya perhatikan. Kemudian makan pagi yang biasa habis satu mangkuk, masih utuh. Saya tunggu sampai sore hari, satelah pulang dari kampus saya tengok lagi sarapannya, ternyata masih tetap utuh. dari sini mulai cemaslah saya.
Sore harinya saya beri makan lagi seperti biasa, namun saya pilah-pilah dagingnya saja. Saya tunggu sampai pagi tetap masih utuh jatah makan malamnya. Saya sudah sangat khawatir. Akhirnya saya cari referensi dari tetangga saya. Ada yang bilang di tunggu beberapa hari atau sampai 1 minggu, "kucing punya cadangan makanan untuk sampai 1 minggu ko" (beuuh tetap ga tega saya). Akhirnya tetap saya diamkan sementara waktu. Sudah lebih dari 24 jam ia tidak makan dan tiak minum. Ia tidak segirang biasanya ketika saya pulang dari kampus. Biasaya si Gendud ini menungu dan menyambut saya di depan pintu rumah tiap saya pulang dari kampus. Tapi hari ini tidak. Sudah saya cari kesana kemari ia tidak ketemu juga. Akhirnya saya carikan ikan, saya panggil-panggil barulah dia nongol. Ternyata kata ibu saya dia dari pagi memang tidak keluar rumah. Ia hanya murung dan berbaring di tempat yang tidak biasa ia tidur. Seperti dia sangat lapar, ia makan beberapa suapan, namun tetap tersedak seperti hari senin kemarin. Saya tunggu sampai malam, makanannya tetap utuh, tak berkurang dari saat saya tinggalkan. Akhirnya pukul 8 malam ibu saya yang ngakunya gag suka sama gendud bilang begini "kasian tuh si kucing, dari tadi ga mau ngapa0ngapain, cuma tiduran gag mau makan juga, dia udah lemes banget tuh" baru kali ini ibu saya terlihat sangat khawatir sama gendud. Dan akhirnya kami memutuskan untuk membawanya ke klinik.
Saya masukkan dia ke keranjang tempat biasa untuk belanja sayur :) (maklum gendud memang ga pernah di bawa pergi). Dan pukul 20.30 petugas klinik mengatakan bahwa ia harus di RAWAT INAP. Hal ini karena si Dokter belum pulang, kemudian dia sudah 2 hari tidak makan... untuk kisah selajutnya kita tunmggu ya... dia belum ada kabar :(

Read More . .

Selasa, 22 Mei 2012

Macam-macam Gaya Kepemimpinan

Berikut ini adalah beberapa gaya atau corak dalam proses kepemimpinan sesorang
A. Gaya Kepemimpinan Otoriter
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otokrasi ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya.
Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya dan pemberi jalan keluar bila anggota mengalami masalah. Dengan kata lain, anggota tidak perlu pusing memikirkan apappun. Anggota cukup melaksanakan apa yang diputuskan pemimpin.Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi.

B. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Pada kepemimpinandemokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi.

C.Gaya Kepemimpinan Bebas Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.Gaya kepemimpinan demokratis kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor, cara untuk mencapai sasaran, dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri. Dengan demikian, pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja.
Sementara itu, kepemimpinan kendali bebas cocok untuk angggota yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi. Namun dewasa ini, banyak para ahli yang menawarkan gaya kepemimpinan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan, dimulai dari yang paling klasik yaitu teori sifat sampai kepada teori situasional.

Read More . .

Penentu Materi Pembelajaran

Faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan materi pembelajaran :
1. Lingkungan pembelajaran
Materi yang dikembangkan berdasarkan strategi pembelajaran harus ddisesuaikan dengan lingkungan. Mungkin seorang guru akan merencanakan pembelajaran dalam kelas biasa, guru lain merencanakan di ruang pusat belajar (learning center), dan yang lain lagi merencanakan untuk mengkombinasikan kelas dan pusat belajar.
2. Tingkat ketergantungan pada guru
materi pembelajaran akan membawa tingkat ketergantungan kepada guru yang berbeda-beda. Materi dapat bebas sama sekali dari ketergantungankepada guru jika mencakup semua komponen strategi pembelajaran dan petunjuk bagi peserta didik. Seringkali ada topic yang memerlukan motivasi lisan, ceramah, latihan, sehingga menyebabkan kombinasi ketergantungan pada guru, dan materi merupan jalan terbaik. Kombinasi yang paling umum adalah : petunjuk satuan pembelajaran oleh guru, motivasi oleh guru, ceramah dengan rekaman, latihan dengan buku, penilaian oleh guru, dan tindak lanjut direncankan oleh guru.
3. Ketersediaan materi
Strategi pembelajaran diperlukan sebagai petunjuk apakah :
   (a) materi pembelajaran baru penting untuk dikembangkan
   (b) materi yang telah ada dapat disesuaikan
   (c) materi dapat digunakan tanpa perubahan, atau
   (d) harus dikombinasikan dengan materi lain.
Aspek-aspek yang dapat dievaluasi meliputi :
   (a) ketersediaan materi yang memadai
   (b) isi yang cukup baik
   (c) urutan yang benar
   (d) adanya semua informasi yang diperlukan
   (e) terdapat materi latihan
   (f) adanya balikan yang memadai
   (g) tersedianya alat tes yang cukup baik
   (h) adanya tindak lanjut yang jelas
   (i) petunjuk peserta didik yang memadai.
4. Cakupan pembelajaran
Strategi pembelajaran dapat dipakai sebagai kerangka kerja untuk keseluruhan rencana pembelajaran. Kegiatan akan dituntun oleh luasnya pembelajaran yang diperlukan. Pengulangan dan ringkasan untuk suatu tujuan dan kompetensi biasanya tidak menuntut waktu dan usaha yang besar, tetapi akan menjadi luas jika untuk seluruh kompetensi dasar. Tinjauan umum, pengulangan, dan ringkasan merupakan bahan pertimbangan penting, sama halnya dengan testing dan tindak lanjut yang mungkin dilaksanakan untuk kompetensi dasar, pembelajaran maupun keseluruhan rencana pengajaran (RPP).
5. Individual atau kelompok
Baik strategi pembelajaran individual maupun kelompok pada dasarnya sama. Misalnya, apakah materi pembelajaran dibaca oleh seorang atau seratus orang peserta didik, strateginya tetap sama, yang berbeda mungkin metode penyampaian dan latihan serta balikan. Jika anda merancang pembelajran untuk setting yang tidak diketahui, cara terbaik adalah merancang pembelajaran individual yang bebas dari ketergantunan pada guru.
6. Besarnya kelompok sasaran
Besarnya kelompok yang akan di ajar perlu dipertimbangkan dalam menetukan bagaimana mengimplementasikan perustiwa-peristiwa yang diresepkan dalam strategi pembelajaran. Dalam sebuah pusat belajar biasanya materi individual dapat digunakan untuk seoran maupun sekelaompok peserta didik. Karakteristik kelompok sasaran juga mempengaruhi strategi dan materi pembelajaran

Read More . .

Komunikasi Sosial Budaya

Komunikasi adalah hal sangat sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun keadaan masyarakat indonesia yang begitu kompleks membuat masyarakatnya sulit dalam berkomunikasi dengan perbedaan sosial dan budaya. Orang yang menerima pesan atau informasi dalam komunikasi disebut Komunikan, dan orang yang memeberikan informasi di sebut Komunikator. Dalam berkomunikasi, masyarakat dipengaruhi oleh berbagai hal mengenai komunikasi itu sendiri, misalnya bentuknya, teknik, tahap, maupun faktor-faktor dalam komunikasi itu. latar belakang seseorang juga akan berpengaruh dalam berkomunikasi, misalnya, seseorang yang berpendidikan tinggi akan cenderung berkata lebih sopan dan menahan diri dalam berbicara.
Pada prosesnya, komunikasi sesorang pada orang lain tidak lepas dari adanya "Persepsi". Persepsi sesorang pada lawan dalam berkomunikasi seperti "Teori Gunung Es" yakni yang terlihat saat awal bertemu adalah hanya sebagian kecil dari diri komunikan maupunn komunikator. Bila persepsi awal di antara keduanya kurang baik, maka proses komunikasi akan sdikit sulit berjalan. Selain persepsi masih banyak hal lain yang dapat menentukan keberhasilan dari komunikasi, misalnya, daya tarik komunikan, pengetahuan dari komunikan, kepekaan terhadap soaial, selain itu kredibilitas seseorang juga akan mempengaruhi keberhasilan dari komunikasi.

Proses komunikasi juga dapat dilakukan dengan berbagai cara atau langkah. Pertama, komunikasi dapat dilakukan dengan cara Verbal, yakni dilakukan dengan cara-cara yang biasa, umum dan sederhana. Misalnya dengan berbicara secara langsung, atau dengan menuliskan sesuatu. Yang Kedua, dengan cara non-verbal, yakni dengan cara-cara yang berbentuk gerak, ekspresi, atau hal-hal lain yang bersifat simbolik (menggambarkan sesuatu tidak secara langsung), misalnya untuk menyetujui sesutu seseorang hanya menggangguk tangpa mengucapkan kata setuju, meskipun terdapat beberapa daerah yang menganggap bahwa menganggk itu tanda tidak setuju, namun tetap harus kembali lagi kepada budaya daerah disekitar. Hal ini karena kamonikasi dipengaruhi oleh letak soegrafis, dan kondisi sosial budaya pada pihak-pihak yang berkomunikasi.

Read More . .

Pertimbangan Pernikahan Beda Agama

Berikut ini merupakan beberapa pertimbangan-pertimbangan bagi seseorang untuk menerima ataupun menolak adanya pernikahan berbada agama :a.
- Agama (Iman), di dalam Pancasila, sila pertama berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa” hal ini bermakna bahwa tiap warga negara harus memiliki keyakinan terhadap Tuhannya. Setiap agama juga pasti akan menolak adanya kawin campur agama karena akan menganggu iman si pemeluk agama. Agama si pemeluk hanya bertujuan menjaga sang pemeluknya, karena agama mengiginkan yang terbaik bagi pemeluknya. Dan garis akhirnya berada pada si-pemeluk agama itu sendiri.
- Keluarga, sebagai pihak yang palik dekat dengan calon mempelai keluarga memiliki peran besar dalam penerimaan atau penolakan kawin campur agama. Kebanyakan keluarga akan menolak adanya kawin beda agama pada salah satu anggota keluarganya. Ini di dasari pada peraturan agama, biasanya mereka berniat menjaga iman sang anggota keluarga. Namun bila sudah terlanjur, dan tidak bisa di nasehati maka keluarga pun juga tidak dapat berbuat banyak.
- Hukum yang berlaku, hukum yang berlaku di Indonesia mengenai pernikahan adalah berdasar pada Hukum agama, hal ini karena agama di Indonesia yang majemuk, sehingga hukum negara menyerahkan hak dan kewajiban maupun persyaratan mengenai pernikahan pada agama. Namun di dalamnya juga terdapat peraturan-peraturan utama yang pokok mengenai pernikahan yakni harus satu agama atau satu iman. Namun sering terjadi pula pernikahan beda agama yang dilakukan beberapa pasangan di Luar Negeri, kemudian kembali lagi ke Indonesia, dan pernikahan mereka di catatkan di Kantor Sipil, namun bila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan misalnya perceraian,Prosesnya tidak bisa di lakukan di Indonesia, dan harus dilakukan di negara bersangkutan, dimana mereka menikah sebelumnya.
Read More . .

Kepemimpinan Kharismatik

Gaya kepemimpinan kharismatik
Kepemimpinan yang kharisamatik menurut saya pribadi adalah pemimpin yang dapat menarik perhatian bawahannya atau orang di pimpin dalam rangka mencapai tujuan yang inginkan. Secara garis besar, menurut saya pribadi, pemimpin yang kharismatik adalah pemimpin seperti yang di katakan oleh pahlawan pendidikan kita Ki Hadjar Dewantara, yakni pemimpin yang “ing ngarso sung tuladha, ingmadya mangun karsa, tut wuri handayani”. Seorang yang kharismatik adalah sosok yang pertama “ing ngarso sung tuladha” yaitu sosok yang di depan dapat memberikan teladan yang baik bagi bawahannya, , yang kedua “ing madya mangun karsa”, seorang pemimpin harus mampu menempatkan diri dimana ia dibutuhkan, selain di depan ia juga harus dapat menempatkan diri di tengah-tengah bawahannya yakni sebagai Pembina anggotanya, ia harus mampu melindungi bawahannya, dan menuntun pada jalan yang benar, yang ketiga “tut wuri handayani” yaitu seorang pemimpin harus mampu memberikan dorongan dan semangat di belakang bawahannya. Selain itu Pemimpin yang kharismatik adalah pemimpin yang dalam kepemimpinanya dipercaya secara penuh oleh masyarakat. Ia akan mendapat tempat yang istimewa di hadapan masyarakat. Ia dipuja, dicintai, dihormati, dihargai, dan sebagainya. Sehingga dalam melaksanakan perintah dan tugas ia dapat dengan mudah melakukannya karena rakyat telah percaya padanya. kepemimpinan kharismatik merupakan pengabdian diri terhadap kesucian, kepahlawanan tertentu, atau sifat yang patut dicontoh dari seseorang, dan dari corak tata tertib yang diperlihatkan olehnya. Dari pengertian tersebut diinginkan seorang pemimpin yang bisa menjunjung tinggi kejujuran, sikap kepahlawanan, yang diaplikasikan dari kebijakan yang diterapkan.
Read More . .